Laman

Rabu, 06 Maret 2013

4 tahun Menjadi guru

Saat ini, sudah lebih dari 4 tahun saya menjadi seorang guru. Banyak sekali suka duka dalam menjalaninya. Banyak juga masalah baik intern maupun ekstern yang selama ini mengganjal dalam perjalanan saya sebagai guru.
Namun dibalik semua kisah tersebut hanya satu yang selalu membuat saya bertahan, yaitu rasa cinta saya kepada anak-anak yang membuat saya sampai pada tujuan bahwa semua generasi penerus bangsa harus sukses dan mampu menjalani hidup di masa depan dengan penuh kehormatan.
Kebetulan pula bahwa pada tahun ini saya mendapatkan satu kelas murid (25siswa) yang sangat istimewa. Mereka sangat ekspresif, tidak bisa diam dan sangat aktif. Sebenarnya sangat mudah bagi saya untuk mengatasi keadaan itu dengan membawa cabe atau membawa sapu, namun saya tidak akan melakukan hal yang diam-diam bisa merusak jiwa kecil mereka.
Saya lebih memilih untuk membiarkan mereka ramai dan berteriak-teriak, saya memilih   menjaga jiwa mereka tetap menyala dan semangat. Saya hanya perlu melakukan sesuatu yang aneh, seperti menggambar ular, monyet, buaya, maka mereka akan terdiam dalam waktu kurang dari 1 menit kecuali Gede murid saya.
Sebenarnya Gede berkebutuhan khusus, namun saya sungguh tidak tega mengeluarkan anak ini karena jelas orangtuanya tidak akan mampu membayar biaya psikiater ataupun menyekolahkan anaknya di sekolah khusus.
Saya sebagai guru yang tidak mempunyai kemampuan untuk menganalisa anak dengan kebutuhan khusus, saya tidak berani memberikan stigma atau memvonis kelainan pada anak, karena hal ini mebutuhkan pengamatan dalam waktu yang cukup lama.

Jumat, 23 Maret 2012

Sertifikasi Guru

Selamat kepada guru yang telah lulus Uji kompetensi Awal. Anda memang layak mendapatkannya. Untuk langkah selanjutnya yaitu PLPG, saya hanya bisa berharap semua bisa mendapatkan yang terbaik. Namun ada yang lebih penting, yaitu tumbuhnya jiwa mendidik dan melindungi para generasi penerus bangsa setelah mendapat sertifikat sebagai tenaga pengajar profesional ini. 
Kita bisa mencegah kekacauan  yang akan terjadi pada masa depan dengan perduli pada perilaku dan standard moral anak didik kita.
Ayo bapak ibu guru, semangat!!!

Rabu, 21 Maret 2012

http://sergur.kemendinas.go.id

Tanggal 21 Maret 2012 kemarin adalah hari paling mendebarkan bagi semua guru di Indonesia. Bagaimana tidak, katanya (entah kata siapa ) semua dapat mengakses pengumuman kelulusan sertifikasi guru dari web ini. Tak pelak saya kebanjiran order untuk membuka situs ini, dikarenakan banyak teman guru saya yang "gaptek". Saking semangatnya saya di depan komputer dari jam 6 sore sampai jam 7 pagi, yah saya sensor bagian dimana saya melakukan aktifitas pribadi. Namun, setengah dari waktu saya yang terbuang adalah untuk melihat tulisan "PROBLEM LOADING PAGE" dan setengahnya dari waktu terbuang itu "PAGE UNDER MAINTENANCE".
Waduh.....
Apa gak ada anggaran yang membuat kurang bagusnya layanan ini atau kurang apa saya tidak tahu....

Kamis, 09 Februari 2012

Mengatasi Kebiasaan Bermain Game

Mau makan main game dulu, mau kerja main game dulu, mau ke kamar mandi main game dulu. Itu bukan permasalahan bagi anak-anak saja, namun juga bagi orang dewasa yang sudah tahu membedakan mana yang perlu dan tidak untuk dilakukan.

Kesadaran untuk meningkatkan diri terkadang terkalahkan oleh keinginan untuk menyenangkan diri sendiri atau dengan istilah lain, memuaskan nafsu diri.

Bagaimana cara mengatasi hal tersebut pada anak-anak kita?
* control yang kuat dan disiplin termasuk kekonsistenan kita sebagai orang tua sebagai kuncinya
* berikan waktu tertentu untuk bermain. Misalnya : hari minggu pagi. Jangan sekali-kali melanggar  peraturan yang telah dibuat. (Orangtua harus tahan terhadap rengekan, tangisan dan kemarahan anak)
*seiring berjalannya waktu, anak akan mengerti konsep yang telah kita tanamkan dan orangtua sekali lagi jangan berani-berani melanggar dalam keadaan apapun.  

 Namun kebiasaan pada orang dewasa hanya dibutuhkan  kesadaran diri dan kemampuan diri sendiri untuk membuat suatu keputusan lepas dari hal-hal negatif dan tidak perlu. Dengan kata lain delete saja langsung. Efeknya memang seperti orang berhenti merokok, akan sangat membingungkan bagi otak yang kecanduan, namun percayalah itu hanya akan berlaku satu dua hari.


Hidup sangat berarti... hargai dengan melakukan hal yang bermanfaat paling tidak untuk 1 orang di sekitar kita...
GOOD
LUCK

Selasa, 27 Desember 2011

Tunjangan Kualifikasi dan Tunjangan Fungsional 2010

Tunjangan Kualifikasi yang selama ini saya tunggu-tunggu akhirnya keluar juga pada desember tahun 2010. Namun tahun 2011 tidak ada kabar dan beritanya. semoga lekas turun.

Sabtu, 10 September 2011

Hari ini rapat KKG, memang senang bisa bertemu teman-teman setelah lama liburan hari raya Idul Fitri. setelah kami melepas rindu dan bersalam-salaman, akhirnya sampai juga pada pembahasan kurikulum baru dimana kami harus mengerjakan isinya dengan patokan yang dibakukan dan banyak sekali.
Padahal menurut hemat saya, hal ini justru membebani guru yang notabene terlalu banyak pekerjaan di luar "mengajar" dan ditambah gaji yang dibawah UMR. Banyak para guru yang mengeluhkan tentang ketidak efisiensian administrasi yang justru menghambat kreatifitas guru dalam mendidik anak. Padahal waktu yang ada bisa dipakai untuk membuat media pembelajaran atau mengakses internet guna memberi inspirasi baru dalam mendidik siswanya. Daripada menulis evaluasi, mengisi buku ini, buku itu yang intinya hampir sama namun di buat panjang dengan alasan penjabaran. padahal yang saya lihat 50% (tidak semua) guru menulis atau memberi laporan hasil dari mengarang bebas.
Sayapun terkadang putus asa dalam menyelesaikan adminitrasi yang kejar-kejaran. Menyiapkan media untuk besok, RKH, RKM, peta konsep, penilaian, menyusun kurikulum baru belum yang lain-lain seperti rapat dsb. Sedangkan gaji sebagai guru jelas tidak mencukupi, namun karena rasa cinta saya kepada dunia pendidikan ini, saya tetap mengambil pekerjaan ini dan sekaligus menjalani profesi lainnya.
Meskipun saya tahu benar bahwa kurikulum itu sebenarnya bagus karena merupakan pedoman guru dalam KBM, namun jika terus menerus mengalami revisi, bagaimana kita akan bisa belajar mengenai aksi mengajar karena terus saja belajar teori mengajar.....
Pertanyaan besar saya adalah "Kenapa administrasi guru tidak dipermudah agar lebih efisien dan hemat waktu agar mampu memberi .ruang bagi guru untuk lebih mengasah ilmu dalam beraksi daripada berkutat menulis yang bagi saya seperti tiada akhir."
Terakhir saya membaca tulisan Bpk Wayan Artika seorang dosen yang mengatakan bahwa "Guru yang bagus akan lebih baik daripada kurikulum yang bagus" kurang lebih seperti itu intinya.